Kepala keluarga bertanggung jawab dalam sebuah rumah tangga dari semua segi aspek termasuk segi keuangan, keamanan, jaminan kesehatan, pendididkan dan keberlangsungan hidup dalam keluarga tersebut.
Setiap hari kepala keluarga bekerja untuk memastikan bahwa semua kebutuhan tersebut diatas dapat di penuhi.
Banyak tantangan yang pasti dihadapi karena semua manusia tidak ada yang kebal terhadap berbagai risiko yang saya singkatkan adalah RSCM, bukan Rumah sakit Cipto namun risiko terjadi Rawat inap , Sakit, Cacat/kecelakaan dan Meninggal.
Tidak ada manusia yang kebal terhadap risiko tersebut.
Dari 4 risiko itu saya bagi lagi menjadi 2 risiko yaitu risiko paling pasti dan risiko yang belum pasti terjadi.
Risiko pasti? Semua orang suatu saat dalam perjalanan hidup pasti akan mengalami baik melalui sakit ataupun secara tiba-tiba yaitu : mengalami kematian.
Risiko belum pasti misalnya sakit, kecelakan, rawat inap. ( ini belum tentu terjadi) tetapi adakah manusia yang meninggal tanpa mengalami kesakitan dulu,, rawat di Rumah sakit?
Menurut survey dari WHO tujuh dari 10 orang berisiko terserang sakit kritis dan 90% dari orang Indonesia terkena sakit kritis sebelum meningtgal dunia. Artinya hampir pasti semua orang akan mengalami semua dari risiko sakit kritis, dirawat di Rumah sakit, cacat /kecelakaan.
Tahu Anda apa arti kematian bagi kepala keluarga?Bila pencari nafkah berhenti mencari nafkah karena sakit atau meninggal, Apakah pengeluaran rutin kreluarga juga berhenti ? Jawaban pasti tidak. Pengeluargan rutin tetap ada. Keluarga dengan kondisi apapun dia tetap harus melanjutkan kehidupan untuk keluarga dan anak-anaknya.
Saya kira kita sepakat semua pencari nafkah bekerja keras dan bertanggung jawwab dalam memenuhi kebutuhan rutin kelaurga, seperti:
Insert

Jika pencari Nafkah tidak ada karena sakit ataupun meninggal, apakah pengeluaran rutin juga berhenti? Tidak.
Insert

Walaupun pencari nafkah sudah tidak mampu berkerja, tentu anda ingin kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dengan baik bukan?
Biaya sekolah tetap diperlukan, belanja bulanan, biaya hidup, biaya rumah, biaya kesehatan, biaya liburan keluarga, bayar listrik, internet, TV BBM, persiapan dana pensiun dan masih banyak yang lain.
Bagimana cara mempersiapkan jika hal itu terjadi?
Cara menghitung uang proteksi income bagi pencari nafkah keluarga:
Biaya rutin bulananan x setahun: 6%= Uang Proteksi
Contoh biaya rutin 10 juta sebulan:
Tabungan pensiun 500.000
Tabungan Biaya sekolah anak 500.000
Tabungan Dana darurat 1 juta
Tagihan lsitrik,Internet, TV 1 juta
Biaya hidup bulanan : 3 juta
Biaya pendidikan anak 1 juta
Cicilan rumah : 2 juta
Biaya transportasi kerja ;1 juta
Total sebulan biaya rutin adalah 10 juta
Sesuai rumus adalah:
10 juta x 12 =120 juta;6%=2.000.000.000
Maka uang proteksi income bagi Pencari nafkah adalah 2 Milyar
Dengan asumsi adalah jika uang tersebut diinvestasikan dengan bagi hasil 6%, atau dideposito di bank dengan bunga 6% maka akan dapat pembagian hasil investasi sebesar 10.000.000 per bulan atau setara dengan penghasilan pencari nafkah.
Uang ini yang akan dipergunakan untuk biaya hidup bagi keluarga jika kepala pencari nafhkah berhenti bekerja atau pencari nafkah meningggal.

Jika pengeluaran 20 juta perbulan, maka suaminya wajib punya uang proteksi income sebesar 4 Milyar
Jika pengeluaran rutin keluarga 10 juta /bulan, maka suamninya wajib punya uang proteksi income sebesar 2 Milyar
Jika pengeluaran keluarga 5 juta/bulan maka suaminya wajib punya uang proteksi 1 Milyar

Jika musibah itu terjadi esok hari, Apakah anda sudah punya uang di rekening anda saat ini yang dapat memenuhi kebutuhan bulananan keluarga anda?
Jika belum ada, mari saya bantu memberikan gambaran dan penjelasannya. Dengan cara menabung di Allisya Protection (dengan konsep tolong-menolong)
Berikut ini ilustrasi perbedaan Menabung Tabungan secara mandiri atau melalui bank vs Melalui rekening Allisya Protection Allianz
Bapak Ganteng usia 35 tahun dan sangat saying dengan keluarganya dengan menabung 3 juta perbulan
insert

Apakah program ini dapat membantu pencari nafkah dalam proteksi kebutuhan rutin keluarga mereka?

Namun banyak orang masih belum tahu dan masih ,mengandalkan program asuransi keluarga
Program Asuransi Keluarga
Saat pencari nafkah terkena sakit kritis butuh dana 1 Milyar dana minta sumbangan dari keluarga atau kerabat terdekatnya misalnya
Orang tua 50 juta
Kakak 20 juta
Adik 10 juta
Ipar 10 juta
Paman 10 juta
Bibi 10 juta
Namun ini belum cukup, kalau belum cukup apa yang dilakukan?
Jual asset yang dimiliki misalnya jual mobil, jual tanah, pengadaian, jual rumah, ,ambil tabungan, pinjam dll akibatnya anak menanggung akibatnya.

Studi dampak ekonomi kanker dimulai Januari 2012 menyebutkan bahwa 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker

Jika harus bertindak sebagai perusahaan asuransi bagi diri sendiri dan orang yang kita cintai, Terlalu berat dan Menyakitkan……

Program Rekening Proteksi Asuransi Allianz Syariah adalah: solusi bagi setiap pencari nafkah keluarga dan merupakan ikhtiyar dalam menyiapkan masa depan dan impian bagi keluarganya karena memiliki konsep Ta’awun di dalamnya


Pengelolaan Resiko pada Asuransi Syariah

Saya dan keluarga saya sudah memiliki asuransi jiwa, bagimana dengan anda?
Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:
Saya Siap Membantu Anda Mendapatkan Polis Asuransi di Allianz
Hubungi Mr. Bir
WA/HP :08114855105
Email: desideriusland@gmail.com
Nomor Lisensi: 11136394S
Nikmati Ongkos kirim gratis apabila anda memesan Asuransi Allianz melalui kami, Agent Asuransi Allianz di Jakarta